Gabungan Pecinta Alam Belitong (GAPABEL) adalah organisasi non komersil yang digagas oleh sejumlah organisasi berbasis lingkungan yang ada di Pulau Belitong. Saat ini jumlah anggota Gapabel sudah mencapai 60 Orang yang terdiri dari 5 organisasi lingkungan. http://www.gapabel.org/

DOWWNGRAD-LINE40

Kentarakaki adalah sebuah perusahaan lokal dengan payung hukum CV-commandataire vennootschap atau persekutuan komanditer yang didirikan dengan semangat dan tekad untuk maju dan berkembang serta siap berdaya saing dalam dunia usaha dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang pesat di Pulau Belitong.

Didirikan di Tanjung Pandan pada hari Rabu, tanggal 11 Mei 2011 dihadapan Notaris Yuli Werdiningsih, SH Notaris-PPAT dengan akta pendirian Perseroan Komanditer CV. Kentarakaki Nomor: 13 tanggal 11 Mei 2011. CV Kentarakaki berkedudukan di Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur. Pulau Belitong merupakan daerah yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi berupa sumber daya alam yang berlimpah, baik di darat maupun di perairannya. Keunikan dankeaslian budaya tradisional, keindahan bentang alam dan peninggalan sejarah tambang yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Semua potensi tersebut mempunyai peranan penting bagi pengembangan kepariwasataan dan merupakan sumber daya ekonomi yang bernilai tinggi sekaligus merupakan media pendidikan dan pelestarian lingkungan selama dikelola secara berkesinambungan dan lestari.

Melalui prinsip dasar tersebut serta peluang dan potensi pengembangan pariwisata di Pulau Belitong yang sangat pesat Kentarakaki membentuk komunitas kecil yang memfokuskan kegiatannya di bidang pariwisata. Pada tahun 2012 Kentarakaki menggagas kawasan Hutan Lindung Gunong Kik Karak untuk dijadikan kawasan wisata sejarah tambang pertama di Pulau Belitong. Kentarakaki menilai beberapa titik destinasi bisa dibangun dan dikembangkan dalam kawasan Hutan Lindung Gunong Kik Karak menjadi destinasi wisata baru di pulau Belitong dimasa yang akan datang. Beberapa titik potensi yang terbentang dari timur kebarat tersebut di antaranya adalah kawah Open pit 47 atau Open pit Timur, Ground Zero puncak Kik Karak dan makam Wali Karim Al Kabirin, menara Stoven, Nam Salu open pit, tunnel Fuk Salu sepanjang 676m, lubang bor menangis-investika artesis, Open pit Barat, dan Camp Wind serta Danau Parit Kemang seluas 75ha.

Masih di tahun yang sama, Kentarakaki mencoba memperkenalkan kawah Nam Salu Open pit dan tunnel Fuk Salu sebagai awal cikal wisata sejarah tambang. Komunitas kecil ini selanjutnya berinvestasi dengan mempersiapkan beberapa perlengkapan standar untuk susur gua eks tambang tunnel Fuk Salu sepanjang 676m yang tembus di dasar kawah Nam Salu dan mengelola kawasan camping ground di pinggir danau Parit Kemang serta membangun sebuah website www.paritkemangbelitung.com sebagai sarana pendukung promosi. Website ini berhasil menyedot perhatian 9800 nitizen dalam 21 hari tayang. Namun investasi awal ini akhirnya dibatalkan karena pertimbangan safety hingga praktis Kentarakaki tidak ada kegiatan dan hanya fokus pada konsep pengembangan wisata.

Pada tahun 2016 Kentarakaki mencoba mengajukan ijin prinsip untuk permohonan ijin usaha pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam-penyedia sarana wisata alam(IUPPJLWA-PSWA) kepada Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaui Dinas Kehutanan Provinsi dengan Nota Dinas nomor: 522/265/dishut. Namun pengajuanijinprinsip inipun akhirnya kandas karena situasi politik menjelang pilkada Gubernur 2017.

Saat ini Kentarakaki bersama beberapa Komunitas Lingkungan Hidup lokal di Pulau Belitong turut mendorong dan membantu Inisiator Belitong Island Geopark dalam mewujudkan Kawasan Wisata Geopark Pulau Belitong Nasional dan Global.

DOWWNGRAD-LINE40

KOMPAK merupakan Komunitas Penjelajah Alam Kab. Belitung Timur. Komunitas ini dibentuk berdasarkan gagasan untuk memberikan alternatif lain kepada penambang timah di Kab. Belitung Timur yang mulai jenuh untuk beralih pada mata pencaharian yang lebih baik, yaitu pariwisata. komunitas yang berjumlah 15 orang ini ingin menyadarkan penambang bahwa kegiatan pertambangan hanya bersifat sementara sehingga dibutuhkan kegiatan usaha yang lebih sustain dan berdampak kecil terhadap lingkungan.

Komunitas ini melihat adanya potensi-potensi wisata yang bisa dikembangkan dari kegiatan pertambangan. Salah satu fokus saat ini adalah pengembangan wisata Open Pit, Nam Salu, Kelapa Kampit. Pengembangan wisata Open Pit diawali dengan adanya tawaran acara televisi bergenre dokumenter wisata salah satu televisi swasta untuk melakukan eksplorasi wisata di Open Pit Nam Salu. Penayangan di acara televisi tersebut ternyata mampu meningkatkan permintaan wisata ke open pit. Adanya peningkatan permintaan membuat komunitas ini mulai mengembangkan beberapa kegiatan wisata yang bisa dilakukan seperti, susur goa, camping, rappelling dan kegiatan lainnya. Kegiatan lain yang dilakukan adalah meningkatkan pelayanan di Open Pit, seperti pengelolaan parkir dan penyediaan guide untuk wisatawan. Komunitas ini juga bekerjasama dengan komunitas lainnya seperti komunitas susur magrove Riwang Wanabari yang merupakan komunitas kayaking. Hasil dari kerjasama ini adalah kegiatan kayaking di Open Pit Nam Salu sehingga menambah potensi atraksi wisata.

DOWWNGRAD-LINE40