DOWWNGRAD-LINE40

DOWWNGRAD-LINE40

DOWWNGRAD-LINE40

DOWWNGRAD-LINE40

COWASJP.COM – Pariwisata di Belitung dan Belitung Timur (Beltim) yang indah mendapat "suntikan tenaga" pengembangan dan promosi. Para alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam KAGAMA Belitung membuat program pemetaan potensi pariwisata di wilayah ini. Terutama pemetaan spot diving.

Dengan pemetaan dan promosi potensi bawah laut ini diharapkan Beltim tak hanya dikenal sebagai tujuan wisata literatur dengan keberadaan Museum Kata pertama di Indonesia. Melainkan juga sebagai wisata alam maupun kuliner dan khususnya sebagai destinasi wisata selam di Indonesia Barat.

Komitmen Kagama Belitung ini diwujudkan dalam bentuk bakti sosial Kagama Diving Society (KDS).  Selama 12-15 Juli 2018, KDS menggelar acara di Belitung dan Belitung Timur. Menurut Ketua Kagama Cabang Belitung Dedy Suranto, kegiatan KDS baik Diving maupun baksos nya dilaksanakan dua hari di Beltim dan dua hari di Belitung.

Jika ingin menyelam untuk melihat ribuan ikan yellowstripe dan glassfish datang saja ke dermaga Desa Buku Limau sambil beristirahat makan siang ala Badulang (porsi untuk 4 orang -red) di salah satu rumah warga desa nelayan penghasil ikan asin.

Spot berikutnya Pulau Penanas bagian selatan pun tak kalah menarik. Ini bagi penyelam yang ingin merasakan sensasi menyelam mengikuti arus. Kita dapat bergerak mengikuti arus searah diantara dua tebing karang menyerupai lorong yang memiliki kedalaman maksimal 20 meter. 

Di kedalaman ini kita akan dapat melihat karang lunak seperti seafans, Brilliant Soft coral warna merah dan warna coklat kekuningan serta Hard coral  beraneka jenis dan bentuk yang dihuni oleh bersama dengan kawanan ikanyellow stripe, snapper, dan trevally.

Yang menarik,  rata-rata kedalaman titik selam yang bisa dieksplor di Belitung Timur tidak terlampau dalam. Hanya sekitar 18-22 meter. 

Diharapkan program KDS ini bisa membuktikan bahwa wisatawan tidak cukup hanya berkunjung sejam dua jam di Beltim. Wisatawan harus menginap juga di Beltim untuk bisa menikmati keindahan bawah air ini.

"Perlu kamu infokan ke publik bahwa keindahan bawah air di Beltim bisa dikatakan lebih indah dibanding spot-spot diving yang ada di Belitung. Ini yang harus memberikan kepercayaan diri bagi Kabupaten Beltim bahwa wisatawan yang selama ini hanya mengunjungi 2 hingga 4 jam buat makan dan ngopi, harus ditahan untuk bisa menginap dan belanja sambil melakukan diving di spot-spot diving di Beltim yang sangat luar biasa indahnya," tandas Dedy.

Kegiatan bakti sosial KDS ini terbuka untuk masyarakat maupun anggota Kagama di seluruh Indonesia. Mereka yang ingin mensyukuri ciptaan Allah yang ada di bawah laut bisa ikut. (*)

DOWWNGRAD-LINE40